Digitalisasi Itu Investasi atau Pemborosan?
Beberapa waktu lalu saya lagi buka lowongan untuk posisi junior.
Seperti biasa, email masuk lumayan banyak.
Ada yang IPK tinggi.
Ada yang sertifikatnya segudang.
Ada yang tulis skill panjang banget sampai satu halaman sendiri.
Tapi anehnya…
semakin lama saya review, saya sadar satu hal:
Yang bikin saya tertarik interview seseorang, sering kali bukan karena dia paling pintar.
Tapi karena dia paling niat.
Dan itu kelihatan jelas dari satu hal sederhana:
👉 CV-nya.
Sebelum interview.
Sebelum tes teknis.
Sebelum kenalan.
Satu-satunya hal yang mewakili kamu cuma CV.
Belum tahu kamu orangnya ramah atau nggak.
Belum tahu kamu cepat belajar atau nggak.
Belum tahu kamu rajin atau nggak.
Jadi ya… CV itulah “wajah” kamu.
Masalahnya, banyak yang masih menganggap CV cuma formalitas.
Yang penting kirim.
Yang penting ada file.
Yang penting daftar sebanyak-banyaknya.
Padahal di situlah justru penilaian pertama terjadi.
Jujur aja ya.
Di dunia IT, orang pintar itu banyak banget.
Belajar coding sekarang gampang.
Course online di mana-mana.
Tutorial gratis berteberan.
Skill teknis bisa dikejar.
Tapi niat?
Itu kelihatan dari sikap.
Dan sikap itu susah dipalsukan.
Saya sering nemu hal-hal kecil yang langsung bikin mikir:
file namanya berantakan
typo di mana-mana
desain asal copy template tanpa dirapikan
pengalaman kosong tanpa penjelasan
kirim email tanpa sapaan
bahkan ada yang cuma attach file tanpa kata apa pun
Kelihatannya sepele.
Tapi buat recruiter, itu sinyal.
Sinyal bahwa:
“Orang ini kayaknya nggak serius.”
Padahal mungkin sebenarnya dia pintar.
Sayang banget.
Menurut saya, CV bagus itu bukan soal desain mewah atau istilah keren.
Tapi soal effort.
CV yang rapi, jelas, dan terstruktur nunjukkin satu hal:
👉 kamu peduli.
Peduli sama kesempatan.
Peduli sama detail.
Peduli sama kesan pertama.
Dan orang yang peduli sama hal kecil biasanya juga peduli sama pekerjaannya nanti.
Sebaliknya?
Kalau dari awal aja udah asal…
gimana nanti waktu dikasih tanggung jawab beneran?
Itu yang ada di kepala recruiter.
Banyak fresh grad minder.
“Belum punya pengalaman kerja.”
“Project masih sedikit.”
“IPK nggak tinggi-tinggi amat.”
Tenang. Itu normal.
Semua orang juga mulai dari nol.
Tapi yang bikin beda itu bukan siapa yang paling jago.
Yang bikin beda itu siapa yang paling kelihatan berusaha.
Misalnya:
bikin project kecil-kecilan
upload ke GitHub
bantu teman bikin website
ikut freelance
tulis apa yang dipelajari
jelasin proses, bukan cuma hasil
Hal-hal kecil ini nunjukkin:
“Saya mungkin belum jago, tapi saya serius.”
Dan buat banyak perusahaan, itu jauh lebih menarik.
Karena skill bisa diajarin.
Niat dan attitude?
Itu dari dalam.
Selama handle tim dan rekrut beberapa orang, saya perhatiin pola yang sama.
Yang CV-nya niat:
biasanya kerjanya juga niat.
Yang detail di CV:
biasanya detail juga di kerjaan.
Yang sopan dari email pertama:
biasanya enak diajak komunikasi.
Seolah-olah CV itu bocoran kecil tentang kepribadian orangnya.
Makanya saya selalu bilang:
CV itu bukan cuma daftar pengalaman.
Tapi cerminan diri.
Kalau hari ini kamu masih fresh grad, mulai dari simpel aja:
bikin CV maksimal 1–2 halaman
tulis project walaupun kecil
jelasin kontribusi kamu, bukan cuma judulnya
rapikan tata bahasa
pakai desain bersih & mudah dibaca
kirim lamaran dengan email yang sopan
jangan asal “blast”, tapi personal
Nggak ribet kok.
Cuma butuh satu hal:
niat.
Kadang kita terlalu fokus ngejar ini itu:
framework baru, sertifikat, kursus, skill teknis.
Padahal langkah pertama buat dapat kerja itu sederhana banget.
Tunjukin kalau kamu serius.
Karena sebelum orang percaya sama kemampuan kamu,
mereka harus percaya dulu sama sikap kamu.
Dan sering kali…
yang diterima bukan yang paling pintar.
Tapi yang paling siap.
Yang paling niat.
Dan semuanya dimulai dari satu file kecil bernama CV.
Komentar
Posting Komentar