Digitalisasi Itu Investasi atau Pemborosan?

Gambar
  Beberapa tahun terakhir, kata “digitalisasi” terdengar di mana-mana. Semua bisnis ingin: punya sistem punya dashboard punya aplikasi punya automation bahkan pakai AI Tapi di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang jarang dibahas secara jujur: Digitalisasi itu benar-benar investasi… atau cuma pemborosan yang dibungkus tren? Karena faktanya, tidak semua proyek digital berakhir sukses. Dan tidak semua bisnis yang “go digital” otomatis jadi lebih untung. Ketika Digitalisasi Jadi Pemborosan Mari kita jujur dulu. Digitalisasi bisa jadi pemborosan ketika: sistem dibuat tanpa tujuan jelas hanya ikut tren kompetitor tidak ada analisis kebutuhan tidak ada perhitungan ROI tidak ada kesiapan tim internal Akhirnya yang terjadi: Sistem mahal. Fitur banyak. Tampilan keren. Tapi jarang dipakai. Atau lebih parah — tetap pakai Excel manual. Di situ digitalisasi bukan investasi. Itu cuma biaya. Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Banyak bisnis memulai digitalisa...

Doa Ibu, Doa Istri & Sholat Tahajud yang Menemani Perjalanan Karier Saya

Banyak orang melihat karier saya hari ini— di praktisi IT dengan pengalaman lebih dari satu dekade—sebagai hasil dari kemampuan teknis semata.

Padahal, di balik setiap baris kode yang saya tulis untuk aplikasi skala nasional seperti R*T*+, D**p*tk*, hingga E***t*ri, ada doa Ibu, doa Istri, dan sujud di sepertiga malam.

Tanpa tiga hal itu, mungkin saya tidak akan sampai di titik ini.


Kekuatan Doa Ibu: Menembus Langit Saat Diremehkan

Dulu, ketika saya diremehkan karena berasal dari kampung dan dianggap tidak punya masa depan, doa Ibu adalah perisai terkuat saya.

Saat orang lain meragukan kemampuan saya—bahkan keluarga sendiri—Ibu justru tak pernah berhenti melangitkan harapan agar anaknya berhasil di perantauan.

Saya berangkat ke Jakarta tanpa bantuan materi dari orang tua. Berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk interview, dengan perut kosong, adalah hal yang biasa saya jalani.

Namun setiap langkah terasa ringan, karena saya yakin ada doa tulus Ibu yang mengiringi.

“Tiga doa yang dikabulkan tanpa keraguan: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud)

Doa Istri: Pendamping di Masa Sulit

Perjalanan karier tidak selalu naik. Ada masa jatuh, lelah, dan hampir menyerah.

Dari seorang developer hingga dipercaya menjadi IT Manager, dukungan istri adalah ketenangan di tengah badai.

Ia melihat saya bukan saat sudah berhasil, tapi justru saat paling terpuruk—saat masih menumpang tidur di lantai kosan tanpa alas apa pun.

Bagi saya, istri adalah perwujudan doa agar keluarga menjadi qurrota a’yun, penyejuk mata.


Sholat Tahajud: Tempat Mengadu Saat Logika Tak Lagi Mampu

Sebagai seorang engineer, saya terbiasa berpikir logis. Namun hidup tidak selalu bisa diselesaikan dengan logika.

Di saat masalah terasa buntu, saya kembali ke satu tempat: sujud di sepertiga malam.

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu...” (QS. Al-Isra: 79)

Di Tahajud, saya hanyalah hamba yang meminta pertolongan. Dan selalu ada jalan keluar setelahnya.


Kesimpulan: Semua Karena Allah SWT

Dunia digital memang penting. Teknologi memang kuat. Namun hubungan dengan Sang Pencipta jauh lebih menentukan.

Bukan hanya skill yang mengantarkan kita ke puncak, tapi doa yang menjaga kita tetap berdiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Lantai Kostan ke Puncak Karier IT: Sebuah Perjalanan Iman dan Kerja Keras

Salah Pilih Vendor IT Itu Mahal. Ini Pelajaran Nyata Saat Saya Dahulu Ketika Mencari Partner untuk Sistem Digital

Keunggulan dan Kelemahan AI, Jika Dibandingkan dengan Manusia

kamilab IT Software House Terbaik di Indonesia

AI di Tempat Kerja: Ancaman atau Peluang untuk Kariermu?